eSeMAN1s

Desember 17, 2007

Sel

Filed under: BIOLOGI, MATA PELAJARAN — esemanis @ 9:09 am

Sel (Biologi)

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.

Makhluk hidup (organisme) tersusun dari satu sel tunggal (uniselular, misalnya bakteri, Archaea, serta sejumlah fungi dan Protozoa) atau dari banyak sel (multiselular). Pada organisme multiselular terjadi pembagian tugas terhadap sel-sel penyusunnya, yang menjadi dasar bagi hirarki hidup.

Struktur sel dan fungsi-fungsinya secara menakjubkan hampir serupa untuk semua organisme, namun jalur evolusi yang ditempuh oleh masing-masing golongan besar organisme (Regnum) juga memiliki kekhususan sendiri-sendiri. Sel-sel prokariota beradaptasi dengan kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi untuk hidup saling bekerja sama dalam organisasi yang sangat rapi.

Sel selaput penyusun umbi bawang bombay (Allium cepa). Tampak dinding sel dan inti sel (berupa noktah di dalam setiap 'ruang'). Perbesaran 400 kali.

Sel selaput penyusun umbi bawang bombay (Allium cepa). Tampak dinding sel dan inti sel (berupa noktah di dalam setiap ‘ruang’). Perbesaran 400 kali.

Struktur sel

Secara umum setiap sel memiliki

Sitoplasma dan nukleus secara bersama-sama menyusun protoplasma. Di dalam sitoplasma terdapat berbagai organel. Sel tumbuhan, alga dan prokariota mengembangkan dinding sel sementara sel hewan tidak. Beberapa organisme memiliki flagella pada selnya untuk memudahkan pergerakan.

Membran sel

Lihat artikel khusus tentang membran sel.

Membran sel membatasi segala kegiatan yang terjadi di dalam sel sehingga tidak mudah terganggu oleh pengaruh dari luar. Karena fungsi ini, membran sel bersifat ‘selektif permeabel’, dapat menentukan bahan-bahan tertentu saja yang bisa masuk ke dan keluar dari sel. Pada sel tumbuhan, membran sel dalam keadaan normal melekat pada dinding sel akibat tekanan turgor dari dalam sel.

Sitoplasma

Fungsi utama kehidupan berlangsung di sitoplasma. Hampir semua kegiatan metabolisme berlangsung di dalam ruangan berisi cairan kental ini. Di dalam sitoplasma terdapat organel-organel yang melayang-layang dalam cairan kental (merupakan koloid, namun tidak homogen) yang disebut matriks. Organellah yang menjalankan banyak fungsi kehidupan: sintesis bahan, respirasi (perombakan), penyimpanan, serta reaksi terhadap rangsang. Sebagian besar proses di dalam sitoplasma diatur secara enzimatik.

Selain organel, terdapat pula vakuola, butir-butir tepung, butir silikat dan berbagai produk sekunder lain. Vakuola memiliki peran penting sebagai tempat penampungan produk sekunder yang berbentuk cair, sehingga disebut pula ‘cairan sel’. Cairan yang mengisi vakuola berbeda-beda, tergantung letak dan fungsi sel.

Nukleus

Nukleus bertugas mengontrol kegiatan yang terjadi di sitoplasma. Di dalam nukleus terdapat kromosom yang berisi DNA yang merupakan cetak biru bagi pembentukan berbagai protein (terutama enzim). Enzim diperlukan dalam menjalankan berbagai fungsi di sitoplasma. Di dalam nukleus juga ditemui nukleolus.

Organel

Manusia memiliki banyak organ yang berbeda seperti jantung, paru-paru dan lambung, yang fungsinya yang berbeda-beda. Demikian pula dengan sel. Sel memiliki organ yang disebut organel (berarti ‘organ kecil’).

Berikut adalah macam-macam benda dalam sel (khususnya sitoplasma) yang digolongkan sebagai organel:

 Sejarah penemuan sel

Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri. Kata sel berasal dari kata Latin cellulae yang berarti ‘kamar-kamar kecil’. Anton van Leeuwenhoek melakukan banyak pengamatan terhadap benda-benda dan jasad-jasad renik dan menunjukkan pertama kali pada dunia ada “kehidupan di dunia lain” yang belum pernah dilihat oleh manusia. Karyanya menjadi dasar bagi cabang biologi yang penting saat ini: mikrobiologi.

Perkembangan mikroskop selama hampir 200 tahun berikutnya telah memberikan kesempatan bagi para ahli untuk meneliti susunan tubuh makhluk hidup. Serangkaian penelitian telah dilakukan oleh 2 orang ilmuwan dari [[Jerman] yaitu Matthias Schleiden (ahli tumbuhan, 1804-1881) dan Theodor Schwann (ahli hewan, 1810-1882). Mereka menyimpulkan bahwa setiap mahluk hidup tersusun atas sel. Selanjutnya pada tahun 1885 seorang ilmuwan Jerman, Rudolf Virchow, mengamati bahwa sel dapat membelah diri dan membentuk sel-sel baru.

Perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan

Sel tumbuhan dan sel hewan mempunyai beberapa perbedaan seperti berikut:

Sel tumbuhan Sel hewan
Sel tumbuhan lebih besar daripada sel hewan. Sel hewan lebih kecil daripada sel tumbuhan.
Mempunyai bentuk yang tetap. Tidak mempunyai bentuk yang tetap.
Mempunyai dinding sel. Tidak mempunyai dinding sel.
Mempunyai klorofil. Tidak mempunyai klorofil.
Mempunyai vakuola atau rongga sel yang besar. Tidak mempunyai vakuola, walaupun terkadang sel beberapa hewan uniseluler memiliki vakuola (tapi tidak sebesar yang dimiliki tumbuhan).
Menyimpan tenaga dalam bentuk biji (granul) kanji. Menyimpan makanan dalam bentuk biji (granul) glikogen.

Sel – Sel Khusus

  • Sel Tidak Berinti, contohnya sel darah merah / eritrosit
  • Sel Berinti Banyak, contohnya paramecium sp
  • Sel hewan berklorofil, contohnya euglena sp. Euglena sp adalah hewan uniseluler berklorofil
Iklan

Gerak Lurus

Filed under: FISIKA, MATA PELAJARAN — esemanis @ 9:06 am

Gerak lurus

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

Gerak lurus adalah gerak suatu obyek yang lintasannya berupa garis lurus. Dapat pula jenis gerak ini disebut sebagai suatu translasi beraturan. Pada rentang waktu yang sama terjadi perpindahan yang besarnya sama.

Daftar isi

[tampilkan]

//

[sunting] Pengelompokkan

Gerak lurus dapat dikelompokkan menjadi gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan yang dibedakan dengan ada dan tidaknya percepatan.

[sunting] Gerak lurus beraturan

Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak lurus suatu obyek, dimana dalam gerak ini kecepatannya tetap atau tanpa percepatan, sehingga jarak yang ditempuh dalam gerak lurus beraturan adalah kelajuan kali waktu.

s = v \cdot t \!

dengan arti dan satuan dalam SI:

  • s = jarak tempuh (m)
  • v = kecepatan ([meter|m]/s)
  • t = waktu (s)

[sunting] Gerak lurus berubah beraturan

Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak lurus suatu obyek, di mana kecepatannya berubah terhadap waktu akibat adanya percepatan yang tetap. Akibat adanya percepatan rumus jarak yang ditempuh tidak lagi linier melainkan kuadratik.

v = v_0 + a \cdot t \!
s = v_0 \cdot t +  \frac{1}{2} a \cdot t^2 \!

dengan arti dan satuan dalam SI:

  • v0 = kecepatan mula-mula (m/s)
  • a = percepatan (m/s2)
  • t = waktu (s)
  • s = Jarak tempuh/perpindahan (m)

Listrik

Filed under: FISIKA, MATA PELAJARAN — esemanis @ 9:02 am

Listrik

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

Kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik. Listrik, dapat juga diartikan sebagai berikut:

  • Listrik adalah kondisi dari partikel subatomik tertentu, seperti elektron dan proton, yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya di antaranya.
  • Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik timbul karena muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif.

Bersama dengan magnetisme, listrik membentuk interaksi fundamental yang dikenal sebagai elektromagnetisme. Listrik memungkinkan terjadinya banyak fenomena fisika yang dikenal luas, seperti petir, medan listrik, dan arus listrik. Listrik digunakan dengan luas di dalam aplikasi-aplikasi industri seperti elektronik dan tenaga listrik.

Sifat-sifat listrik

Listrik memberi kenaikan terhadap 4 gaya dasar alami, dan sifatnya yang tetap dalam benda yang dapat diukur. Dalam kasus ini, frase “jumlah listrik” digunakan juga dengan frase “muatan listrik” dan juga “jumlah muatan”. Ada 2 jenis muatan listrik: positif dan negatif. Melalui eksperimen, muatan-sejenis saling menolak dan muatan-lawan jenis saling menarik satu sama lain. Besarnya gaya menarik dan menolak ini ditetapkan oleh hukum Coulomb. Beberapa efek dari listrik didiskusikan dalam fenomena listrik dan elektromagnetik.

Satuan unit SI dari muatan listrik adalah coulomb, yang memiliki singkatan “C”. Simbol Q digunakan dalam persamaan untuk mewakili kuantitas listrik atau muatan. Contohnya, “Q=0,5 C” berarti “kuantitas muatan listrik adalah 0,5 coulomb”.

Jika listrik mengalir melalui bahan khusus, misalnya dari wolfram dan tungsten, cahaya pijar akan dipancarkan oleh logam itu. Bahan-bahan seperti itu dipakai dalam bola lampu (bulblamp atau bohlam).

Setiap kali listrik mengalir melalui bahan yang mempunyai hambatan, maka akan dilepaskan panas. Semakin besar arus listrik, maka panas yang timbul akan berlipat. Sifat ini dipakai pada elemen setrika dan kompor listrik.

Berkawan dengan listrik

Listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif. Dengan listrik arus searah jika kita memegang hanya kabel positif (tapi tidak memegang kabel negatif), listrik tidak akan mengalir ke tubuh kita (kita tidak terkena strum). Demikian pula jika kita hanya memegang saluran negatif.

Dengan listrik arus bolak-balik, Listrik bisa juga mengalir ke bumi (atau lantai rumah). Hal ini disebabkan oleh sistem perlistrikan yang menggunakan bumi sebagai acuan tegangan netral (ground). Acuan ini, yang biasanya di pasang di dua tempat (satu di ground di tiang listrik dan satu lagi di ground di rumah). Karena itu jika kita memegang sumber listrik dan kaki kita menginjak bumi atau tangan kita menyentuh dinding, perbedaan tegangan antara kabel listrik di tangan dengan tegangan di kaki (ground), membuat listrik mengalir dari tangan ke kaki sehingga kita akan mengalami kejutan listrik (“terkena strum”).

Listrik dapat disimpan, misalnya pada sebuah aki atau batere. Listrik yang kecil, misalnya yang tersimpan dalam batere, tidak akan memberi efek setrum pada tubuh. Pada aki mobil yang besar, biasanya ada sedikit efek setrum, meskipun tidak terlalu besar dan berbahaya. Listrik mengalir dari kutub positif batere/aki ke kutub negatif.

Sistem listrik yang masuk ke rumah kita, jika menggunakan sistem listrik 1 fase, biasanya terdiri atas 3 kabel:

  • Pertama adalah kabel fase yang merupakan sumber listrik bolak-balik (positif dan negatifnya berbolak-balik terus menerus). Kabel ini adalah kabel yang membawa tegangan dari pembangkit tenaga listrik (PLN misalnya); kabel ini biasanya dinamakan kabel panas (hot), dapat dibandingkan seperti kutub positif pada sistem listrik arus searah (walaupun secara fisika adalah tidak tepat).
  • Kedua adalah kabel netral. Kabel ini pada dasarnya adalah kabel acuan tegangan nol, yang biasanya disambungkan ke tanah di pembangkit tenaga listrik (di kantor PLN misalnya); dapat dibandingkan seperti kutub negatif pada sistem listrik arus searah; jadi jika listrik ingin dialirkan ke lampu misalnya, maka satu kaki lampu harus dihubungkan ke kabel fase dan kaki lampu yang lain dihubungkan ke kabel netral; jika dipegang, kabel netral biasanya tidak menimbulkan efek strum yang berbahaya, namun karena ada kemungkinan perbedaan tegangan antara acuan nol di kantor PLN dengan acuan nol di lokasi kita, ada kemungkinan si pemegang merasakan kejutan listrik. Dalam kejadian-kejadian badai listrik luar angkasa (space electrical storm) yang besar, ada kemungkinan arus akan mengalir dari acuan tanah yang satu ke acuan tanah lain yang jauh letaknya. Fenomena alami ini bisa memicu kejadian mati lampu berskala besar.
  • Ketiga adalah kabel tanah atau Ground. Kabel ini adalah acuan nol di lokasi pemakai, yang biasanya disambungkan ke tanah di rumah pemakai; kabel ini benar-benar berasal dari logam yang ditanam di tanah dekat rumah kita; kabel ini merupakan kabel pengamanan yang biasanya disambungkan ke badan (chassis) alat2 listrik di rumah untuk memastikan bahwa pemakai alat tersebut tidak akan mengalami kejutan listrik. Walaupun secara teori, acuan nol di rumah (kabel tanah ini) harus sama dengan acuan nol di kantor PLN (kabel netral), kabel tanah seharusnya tidak boleh digunakan untuk membawa arus listrik (misalnya menyambungkan lampu dari kabel fase ke kabel tanah). Tindakan ceroboh seperti ini hanya akan mengundang bahaya karena chassis alat-alat listrik di rumah tersebut mungkin akan memiliki tegangan tinggi dan akan menyebabkan kejutan listrik bagi pemakai lain. Pastikan teknisi listrik anda memasang kabel tanah di sistem listrik di rumah. Pemasang ini penting, karena merupakan syarat mutlak bagi keselamatan anda dari bahaya kejutan listrik yang bisa berakibat fatal dan juga beberapa alat-alat listrik yang sensitif tidak akan bekerja dengan baik jika ada induksi listrik yang muncul di chassisnya (misalnya karena efek arus Eddy).

 Unit-unit listrik SI

edit Unit-unit elektromagnetisme SI
Simbol Nama kuantitas Unit turunan Unit dasar
I Arus ampere A A
Q Muatan listrik, Jumlah listrik coulomb C A·s
V Perbedaan potensial volt V J/C = kg·m2·s−3·A−1
R, Z Tahanan, Impedansi, Reaktansi ohm Ω V/A = kg·m2·s−3·A−2
ρ Ketahanan ohm meter Ω·m kg·m3·s−3·A−2
P Daya, Listrik watt W V·A = kg·m2·s−3
C Kapasitansi farad F C/V = kg−1·m−2·A2·s4
Elastisitas reciprocal farad F−1 V/C = kg·m2·A−2·s−4
ε Permitivitas farad per meter F/m kg−1·m−3·A2·s4
χe Susceptibilitas listrik (dimensionless)
Konduktansi, Admitansi, Susceptansi siemens S Ω−1 = kg−1·m−2·s3·A2
σ Konduktivitas siemens per meter S/m kg−1·m−3·s3·A2
H Medan magnet, Kekuatan medan magnet ampere per meter A/m A·m−1
Φm Flux magnet weber Wb V·s = kg·m2·s−2·A−1
B Kepadatan medan magnet, Induksi magnet, Kekuatan medan magnet tesla T Wb/m2 = kg·s−2·A−1
Reluktansi ampereturns per weber A/Wb kg−1·m−2·s2·A2
L Induktansi henry H Wb/A = V·s/A = kg·m2·s−2·A−2
μ Permeabilitas henry per meter H/m kg·m·s−2·A−2
χm Susceptibilitas magnet (dimensionless)

Referensi

  • Halaman listrik dari Wikipedia berbahasa Inggris. Diterjemahkan tanggal 19 Januari 2006.

Relief Muka Bumi & Vulkanisme

Filed under: GEOGRAFI, MATA PELAJARAN — esemanis @ 9:01 am

//

Home | Halaman Utama | Bahan Belajar | Komunitas | Info | FAQ
Home » Modul Online SMA » Kelas X » Geografi » Bentuk Muka Bumi

RELIEF MUKA BUMI DAN VULKANISME

Setelah mempelajari kegiatan beljar ini diharapkan Anda dapat:
1. menjelaskan perbedaan tenaga eksogen dan endogen;
2. menyebutkan bentuk-bentuk muka bumi di daratan;
3. menyebutkan bentuk-bentuk muka bumi di lautan;
4. menyebutkan gejala-gejala vulkanisme;
5. menyebutkan gejala pasca vulkanisme;
6. menyebutkan pemanfaatan vulkanisme; dan
7. menjelaskan permasalahan vulkanisme.

Jika Anda pernah jalan-jalan di pegunungan, dataran rendah, pinggir pantai atau menyelam di dasar laut, tentu Anda akan mendapatkan keindahan alam yang luar biasa. Memang bentuk muka bumi indah. Permasalahan yang mendasar kenapa permukaan bumi ini tidak rata? Di sekitar lingkungan kita ada dataran tinggi, dataran rendah, lembah, bukit, gunung, atau pegunungan. Begitu pula di laut, seperti di daratan bentuknya tidak rata. Apakah yang menyebabkan permukaan bumi ini tidak rata? Terjadinya bentuk muka bumi tersebut diakibatkan oleh adanya dua tenaga yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen. Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi. Sedangkan tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari permukaan bumi. Untuk lebih jelasnya tentang kedua tenaga ini, Anda ikuti penjelasan berikut dengan seksama.

 

Tenaga Endogen dan Eksogen

1.

Tenaga Endogen
Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan perubahan pada kulit bumi. Tenaga endogen ini sifatnya membentuk permukaan bumi menjadi tidak rata. Mungkin saja di suatu daerah dulunya permukaan bumi rata (datar) tetapi akibat tenaga endogen ini berubah menjadi gunung, bukit atau pegunungan. Pada bagian lain permukaan bumi turun menjadikan adanya lembah atau jurang. Secara umum tenaga endogen dibagi dalam tiga jenis yaitu tektonisme, vulkanisme, dan seisme atau gempa.

a.

Tektonisme
Tektonisme adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan terjadinya dislokasi (perubahan letak) patahan dan retakan pada kulit bumi dan batuan. Berdasarkan jenis gerakan dan luas wilayah yang mempengaruhinya, tenaga tektonik dapat dibedakan atas gerak orogenesa dan epirogenesa.

Gerak orogenesa adalah gerakan tenaga endogen yang relatif cepat dan meliputi daerah yang relatif sempit. Gerakan ini menyebabkan terbentuknya pegunungan. Contohnya terbentuknya deretan lipatan pegunungan muda Sirkum Pasifik. Sedangkan gerak epirogenesa adalah kebalikan dari gerak orogenesa. Gerakan ini sangat lambat, dan meliputi areal yang sangat luas.

Bila permukaan bumi bergerak turun, sehingga permukaan laut tampak seolah-olah naik, maka gerak epirogenesa disebut gerak epirogenesa positif. Contohnya terjadi di pantai Timor dan pantai Skandinavia. Sebaliknya gerak epirogenesa negatif terjadi apabila permukaan bumi naik, sehingga tampak seolah-olah permukaan air laut turun. Contohnya terjadi di Teluk Hudson.


Gambar 1. Gerak epirogenesa positif, terjadi di Pantai Skandinavia dan Pantai Timor.


Gambar 2. Gerak epirogenesa negatif, terjadi di Teluk Hudson.

 


Tenaga Endogen dan Eksogen | Bentuk-bentuk Muka Bumi di Daratan | Bentuk Muka Bumi di Lautan | Vulkanisme | Gejala Pasca Vulkanis | Manfaat Vulkanisme | Permasalahan Vulkanisme | Latihan Kegiatan 1 materi_bawah()

_uacct = “UA-2454730-1”; urchinTracker();

Perangkat Keras Komputer

Filed under: KELAS X, MATA PELAJARAN, TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI — esemanis @ 8:38 am

Otak sebuah komputer berada pada unit pemrosesan (Process device). Unit pemrosesan ini dinamakan CPU ( Central Processing Unit ). Fungsi CPU adalah sebagai pemroses dan pengolah data yang selanjutnya dapat menghasilkan suatu informasi yang diperlukan. Pada komputer mikro unit pemrosesan ini disebut dengan micro-processor (pemroses mikro) atau processor yang berbentuk chip yang terdiri dari ribuan  sampai jutaan IC. Fungsi utama dari CPU bekerja dengan aritmatika dan logika terhadap data yang terdapat dalam memori atau yang dimasukkan melalui unit masukkan seperti  keyboard, scanner, atau joystick. Kecepatan processor atau CPU ini diukur dengan satuan hitung hertz atau clock cycles. Saat ini, komputer memiliki kecepatan processor sampai giga hertz. 1 Giga Herzt sama dengan 1.000.000.000 herzt. Perkembangannya processor yang pertama kali muncul tahun 1990-an adalah pentium dengan kecepatan 75 Mega Hertz, dan saat ini kecepatannya sudah mencapai 3 Giga Hertz lebih dengan processor Pentium IV. Seiring dengan kecepatan Pentium IV, telah pula diperkenalkan processor dengan teknologi mobile yaitu Centrino (Pentium M – Centrino) jenis processor ini baru terdapat pada komputer-komputer built up, laptop, notebook. Saat ini, processor yang terbaru adalah Dual Core (Core Duo). Processor ini memiliki dua kecepatan giga hertz seperti memiliki dua processor. Beberapa produsen processor yang terkenal adalah Intel, AMD dan Cyrix. CPU bekerja berdasarkan instruksi suatu software, atau instruksi suatu program

 a.      ALU ( Arithmetical Logical Unit )Fungsi unit ini adalah untuk melakukan suatu proses data yang berbentuk angka dan logika, seperti data matematika dan statistika. ALU terdiri dari register-register untuk menyimpan informasi. Tugas utama dari ALU adalah melakukan perhitungan aritmatika (matematika) yang terjadi sesuai dengan instruksi program. Sirkuit yang digunakan oleh ALU ini disebut dengan adder karena operasi yang dilakukan dengan dasar penjumlahan. Tugas lain dari ALU adalah melakukan keputusan dari operasi sesuai dengan instruksi program yaitu operasi logika (logical operation). Operasi logika meliputi perbandingan dua buah elemen logika dengan menggunakan operator logika, yaitu :

  •  Sama dengan (=)
  •   Tidak sama dengan ( <> )
  • Kurang dari ( < )
  • Kurang atau sama dengan dari ( <= )
  • Lebih besar dari ( > )
  • Lebih besar atau sama dengan dari ( >= ) 

 b.      CU ( Control Unit )Fungsi unit ini adalah untuk melakukan pengontrolan dan pengendalian terhadap suatu proses yang dilakukan sebelum data tersebut dikeluarkan (output). Selain itu CU menafsirkan perintah dan menghasilkan sinyal yang tepat untuk bagian lain dalam sistem komputer. Unit ini mengatur kapan alat input menerima data dan kapan data diolah serta kapan ditampilkan dari program komputer. Bila terdapat instruksi perhitungan atau logika maka unit ini akan mengirim instruksi tersebut ke ALU. Dengan demikian tugas dari Control Unit ini adalah :

  • Mengatur dan mengendalikan alat-alat input dan output
  • Mengambil instruksi-instruk dari memori utama
  • Mengambil data dari memori utama (jika diperlukan) untuk diproses
  • Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja dari ALU
  •  Menyimpan hasil proses ke memori utama. Fungsi  peralatan yang terdapat dalam CPU dibagi menjadi 3 Macam yaitu :

a.      Peralatan Proses ( Process Storage)

Peralatan Proses adalah alat yang digunakan untuk melakukan suatu pemrosesan data. Yang termasuk peralatan proses adalah sebagai berikut.

 1.)    Processor Alat ini berfungsi sebagai pengolah data, processor merupakan bagian yang sangat penting dalam komputer. Kehandalan suatu komputer dapat dilihat dari processor yang digunakannya, misalnya Processor : Intel Pentium 4, AMD, Centrino dan Core Duo. Semakin tinggi tingkatan processor-nya semakin baik fungsi komputer tersebut. 
2.)    Register Register merupakan jenis memori yang terdapat pada processor dan sebagai memori internal processor. Register merupakan memori yang mempunyai kecepatan tinggi 5 sampai 10 kali dibandingkan memori utama. Register digunakan untuk menyimpan instruksi dan data yang sedang diproses oleh CPU, sedang instruksi-instruksi dan data lainnya yang menunggu giliran untuk diproses masih disimpan di memori utama. 
3.)    Cache memoriMerupakan memori yang dapat meningkatkan kecepatan komputer dan dikatakan sebagai memori perantara. 
4.)    ROM ( Read Only Memory)Memori dalam CPU berfungsi membantu proses kerja komputer. ROM adalah salah satu memori, mempunyai sifat hanya dapat dibaca dan tidak bisa diubah dan mempunyai sifat yang permanen atau tetap (non volatile). ROM mulai berfungsi saat menghidupkan komputer.Sebagian perintah ROM ini dipindakan juga ke dalam RAM berupa instruksi atau syntax-syntax. Misalnya, untuk melihat isi file dengan perintah DIR dan untuk mengecek kapasitas disket atau harddisk dengan CHKDSK, ROM bersifat tetap atau permanen bila terjadi mati listrik, file pada ROM tidak akan hilang. Instruksi yang tersimpan dalam ROM disebut dengan microinstruction atau firmware karena hardware dan software dijadikan satu oleh pabrik pembuatnya. Apabila isi dari ROM hilang atau rusak maka sistem dari komputer tidak dapat berfungsi, oleh karena itu pabrik komputer merancang ROM hanya dapat dibaca saja dan tidak dapat dirubah. Selain ROM terdapat pula jenis ROM yang dapat diprogram kembali yaitu PROM (Programmable Read Only Memory), yang hanya dapat diprogram satu kali dan tidak dapat diubah kembali. Kemudian terdapat pula jenis lain yang disebut dengan EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory) yang dapat dihapus dengan sinar ultraviolet serta dapat diprogram kembali berulang-ulang. Dan jenis yang disebut EEPROM (Electrically Erasable Programmabel Read Only Memory) yang dapat dihapus secara elektronik dan dapat deprogram kembali. 
5.)    RAM ( Random Access Memory )Merupakan jenis jenis memori yang dapat dibaca, diisi, dan diubah menurut kebutuhan (volatile). RAM mempunyai sifat sementara. Sifat sementara  ini maksudnya adalah jika terjadi mati listrik maka data yang berada dalam RAM akan hilang. Misalnya, Pada saat anda mengetik yang ketikan telah sampai dua lembar, tetapi belum disimpan hasilnya ke dalam disket atau harddisk, hasil ketikan Anda akan berada di dalam RAM. Bila terjadi mati listrik maka data yang ada di dalam RAM akan hilang,  Struktur RAM dibagi menjadi empat bagian utama, yaitu :

  •  Input Storage, digunakan untuk menampung input yang dimasukkan melalui alat input.
  • Program Storage, digunakan untuk menyimpan semua instruksi-instruksi program yang akan diakses.
  • Working storage, digunakan untuk menyimpan data yang akan diolah dan menyimpan hasil pengolahan.
  •  Output Storage, digunakan untuk menampung hasil akhir dari pengolahan data yang akan ditampilkan ke alat output. Berdasarkan struktur RAM tersebut, data yang diinput ke dalam sistem komputer akan ditampung ke dalam input storage, bila data dalam bentuk instruksi program maka akan dimasukkan ke dalam program storage, dan bila dalam bentuk data dan hasil pengolahan data maka akan dimasukkan ke working storage, kemudian sebelum data akan ditampilkan atau output maka akan disimpan ke dalam output storage. 

Terdapat beberapa jenis RAM  yang beredar dipasaran hingga saat ini yaitu : 

1.      FPM DRAM (Fast Page Mode Random Access Memory), RAM  yang paling pertama kali ditancapkan pada slot memori 30 pin mainboard komputer, dimana RAM ini dapat kita temui pada komputer type 286 dan 386. Memori jenis ini sudah tidak lagi diproduksi.

2.      EDO RAM ( Extended Data Out Random Access Memory), RAM jenis ini memiliki kemampuan yang lebih cepat dalam membaca dan mentransfer data dibandingkan dengan RAM biasa. Slot memori untuk EDO – RAM adalah 72 pin. Bentuk EDO-RAM lebih panjang daripada RAM yaitu bentuk Single Inline Memory Modul (SIMM). Memiliki kecepatan lebih dari 66 Mhz

3.      BEDO RAM (Burst EDO RAM), RAM yang merupakan pengembangan dari EDO RAM yang memiliki kecepatan lebih dari 66 MHz.

4.      SD RAM (Synchronous Dynamic Random Access Memory), RAM jenis ini memiliki kemampuan setingkat di atas EDO-RAM. Slot memori untuk SD RAM adalah 168 pin. Bentuk SD RAM adalah Dual Inline Memory Modul (DIMM). Memiliki kecepatan di atas 100 MHz.

5.      RD RAM (Rambus Dynamic Random Access Memory). RAM jenis ini memiliki kecepatan sangat tinggi, pertama kali digunakan untuk komputer dengan prosesor Pentium 4. Slot Memori untuk RD RAM adalah 184 pin. Bentuk RD RAM adalah Rate Inline Memory Modul (RIMM). Memiliki kecepatan hingga 800 MHz.

6.  DDR SDRAM (Double Data Rate Synchronous Dynamic RAM). RAM jenis ini memiliki kecepatan sangat tinggi dengan menggandakan kecepatan SD RAM, dan merupakan RAM yang banyak beredar saat ini. RAM jenis ini mengkonsumsi sedikit power listrik. Slot Memori untuk DDR SDRAM adalah 184 pin, bentuknya adalah RIMM.

Sumber : Buku TIK – Jilid 1 (KTSP) : Penulis Rudi Hidayat – Penerbit Erlangga.

Ms Word

Filed under: KELAS X, MATA PELAJARAN, TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI — esemanis @ 8:37 am

Tutorial: Microsoft Office 2003 Word Introduction

Introduction:

Microsoft Word is an essential tool for the creation of documents. Its ease of use has

made Word one of the most widely used word processing applications currently on

the market. Therefore, it’s important to become familiar with the various facets of

this software, since it allows for compatibility across multiple computers as well as

collaborative features. Word is a fairly simple program to use for completing simple

tasks. However, it may be more difficult to learn how to explore the more advanced

possibilities of Word.

Opening Microsoft Word:

To run Word on your computer: “Start” >> “Programs” >> “Microsoft Office” >>

“Microsoft Office Word 2003.” If there is an icon of Microsoft Word available on your

desktop (shaped like a square with a “W” in the middle), you can open up the

program by double-clicking it, as well.

Making a New Blank Document:

When Word is opened, a new blank document should automatically open. If not, then

you can begin a new blank document in a variety of ways.

First, find the “New Blank Document” icon, which looks like a blank sheet of paper,

located underneath the menu bar in Word in what is called the “standard toolbar.”

Click on the icon to bring up a new blank document.

Copyright © Rutgers Writing Program

Contact Barclay Barrios (barclay.barrios@rutgers.edu)

Also, you can go to the menu bar and select File >> New… (shortcut: Ctrl+N).

To begin typing, just click the cursor anywhere within the new blank document.

Opening a Document:

To open to view, edit, or print a document, you must first open up that file in Word.

You can open a file by clicking on the “Open” folder icon (with a picture of a folder)

located in the standard toolbar. Or, you can use the menu bar and navigate to File

>> Open… (shortcut: Ctrl+O).

Saving a Document:

When you are working with any sort of media in any software, you should be sure to

save your work often. In Word, there are numerous options for saving documents in

a variety of file types.

To save a new, unsaved document, you can click on the Save icon, shaped like a disk

located on the standard toolbar. Or, you can go to the menu bar and select File >>

Save… (shortcut: Ctrl+S).

A dialogue box should appear, offering you a number of options. To save the

document in the desired location on your computer, locate and select the folder on

your computer. Give your document a name in the file name text box. While you can

Copyright © Rutgers Writing Program

Contact Barclay Barrios (barclay.barrios@rutgers.edu)

give your document long names, make sure you save it with a name you can

remember.

Please note that it’s good practice not to use spaces or special characters in file

names. For example, a long file name may look like this:

expos_sample_paper1.doc

To save a completely new document using previously existing (and opened) text, you

use the Save As option.

Open the document that you wish to save as an entirely new file, go to the menu

bar, and click on File >> Save as. In the file name text box, give your document a

new name. Using this option allows you to save multiple versions (with different file

names) of a document based on one original file.

Formatting Text/Paragraphs Using Toolbars:

In a word processing program such as Word, there are numerous options available

for presenting your text. This part of the tutorial will guide you through several of

the important features in Word that will allow you to edit, modify, and display text

(and non-text) components.

The Standard Toolbar:

Word allows all toolbars to be customized, so you may not find all options listed

here. There are several buttons that may or may not appear immediately in your

version of Word. Use the following graphic as a guide to the Standard Toolbar.

Copyright © Rutgers Writing Program

Contact Barclay Barrios (barclay.barrios@rutgers.edu)

1. New Blank Document:

To begin a new document, click on the New Blank Document icon, shaped like

a blank sheet of paper.

2. Open:

Clicking on this icon opens up a previously saved document on your

computer.

3. Save:

Clicking on the Save icon saves the document you are currently working on. If

you are saving a document for the first time, you can click on this button.

However, if you want to save a new file from a preexisting document, then

you must go to the menu bar and select “File” >> “Save As” and give the file

a new name. When working on any document, you should be sure to save

frequently, so that you don’t lose any work.

4. Permission:

Microsoft has enabled Information Rights Management (IRM) within the new

version of Word, which can help protect sensitive documents from being

copied or forwarded. Click this for more information and options.

5. Print:

Clicking on the Print icon automatically prints the document currently active in

Word. If you wish to explore more print options, then go to the menu bar and

select “File” >> “Print.”

6. Print Preview:

To get an idea of the appearance of your document in print before you

actually print it out, you can click on this icon to view your document from a

zoom-out distance.

7. Spelling and Grammar:

Clicking begins a review of your document in search of spelling and

grammatical errors that may need to be corrected.

8. Copy:

Copy the current selection to the clipboard, which can then be pasted

elsewhere in the document, or into a completely separate program/document.

9. Paste:

Clicking on the Paste button inserts the text that has been most recently

added to the Clipboard (the text would have been added there by Cutting or

Copying). With Paste, you can either insert the copied text into a document or

replace selected text.

10. Undo Typing:

The Undo Typing button goes back and removes the last addition or change

made to your document.

11. Insert Hyperlink:

You may find that you want to make links to a particular web site, web page,

or some other kind of online file in your Word document. Using the Insert

Hyperlink button, you can turn selected text into hyperlinks. When the icon is

clicked, a window will appear that will allow you to insert the URL (web

address) of the web page you want to link to. You can type in the URL

yourself or insert a preexisting bookmark. Once the link is inserted, the link in

your Word document can be clicked and the web page will open up in a web

browser.

Copyright © Rutgers Writing Program

Contact Barclay Barrios (barclay.barrios@rutgers.edu)

12. Insert Table:

When this icon is clicked, a small window will appear in the form of a grid of

squares. Use this window as a guide to indicate how many rows and columns

you would like your table to contain. Once selected, a table will automatically

appear in Word. Clicking the Tables and Borders button will allow you to

modify the table. To modify an aspect of the table, select, or place the cursor

in, the area and apply changes such as borders and colors.

The Formatting Toolbar:

Word allows all toolbars to be customized, so you may not find all options listed

here. There are several buttons that may or may not appear immediately in your

version of Word. Use the following graphic as a guide to the Formatting Toolbar.

1. Style:

Styles in Word are used to quickly format portions of text. For example, you

could use the “Normal” or “Default Paragraph Font” for the body text in a

document. There are also three preset styles made for headings.

2. Font:

Font is a simple but important factor in Word documents. The choice of font

(the style of the text itself) can influence the way others view documents,

either on the screen or in print. For example, Arial font looks better on

screen, while Times New Roman is clearer in print. To apply a font to text,

select desired text with your cursor, and choose a font from the font drop

down menu.

3. Font Size:

You may encounter times in which you need to display some text larger or

smaller than other text. Selecting desired text with the cursor and choosing a

font size from the drop down menu changes the size of text.

4. Bold:

Places the text in bold.

5. Italic:

Places the text in italics.

6. Underline:

Underlines the text.

7. Align Left:

Aligns the selection to the left of the screen/paper.

8. Center:

Aligns the selection to the center of the screen/paper.

9. Align Right:

Aligns the selection to the right of the screen/paper.

10. Justify:

Aligns the selection to both the left and right of the screen/paper.

11. Line Spacing:

Adjust the line spacing (single-spaced, double-spaced, etc.)

12. Numbering:

Create a numbered list.

13. Bullets:

Create an unordered, bulleted list.

Copyright © Rutgers Writing Program

Contact Barclay Barrios (barclay.barrios@rutgers.edu)

14. Decrease Indent:

Decreases the indentation of the current selection (to the left).

15. Increase Indent:

Increases the indentation of the current selection (to the right).

16. Outside Border:

Places a border around the current selection; click the drop-down for a wide

selection of bordering options.

17. Highlight:

Highlight the current selection; default color is yellow.

18. Font Color:

Change the font color; the default/automatic color is black.

More Formatting:

Besides the toolbars, Word provides a great deal of ways to customize and format

your text and documents.

Paragraph Spacing:

To access the Paragraph formatting options, navigate to the menu bar, and select

“Format” >> “Paragraph,” or right-click within a paragraph.

A window will appear with options for modifying spacing and indenting. Here, you

can choose to make the text in your document single or double spaced, as well as

edit the margins for the document.

Copyright © Rutgers Writing Program

Contact Barclay Barrios (barclay.barrios@rutgers.edu)

Headers/Footers:

Headers and footers are important aspects of a Word document if you wish to include

information such as page numbers and headings on every page. To access the

header and footer options, go to the menu bar and select “View” >> “Header and

Footer.”

Copyright © Rutgers Writing Program

Contact Barclay Barrios (barclay.barrios@rutgers.edu)

A dotted-line box called “Header” will automatically appear, as well as a sub-menu

for formatting header and footer properties. The cursor will already be placed in the

Header box. If you scroll down on your current page opened in Word, you will see a

dotted-line box called “Footer.” To add text in the Header or the Footer, simply click

the cursor inside either one of the boxes, and type the text you want.

To add page numbers to your document, click your cursor inside of the footer box.

Then, click on the icon shaped like a sheet of paper with a “#” inside. The page

number will then be inserted and applied to all of the pages in your document.

Inserting an Image:

In Word, it’s possible to add clipart or other images to a document. Click the cursor

in your document where you wish to place an image. Then go to the menu bar and

select “Insert” >> “Picture.”

From there, you will find a number of options to choose from. “Clipart” searches

through your computer’s Clipart library. “From File” will allow you to insert an image

saved elsewhere on your computer. Other options include “AutoShapes” and

“WordArt.”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.